Pertemuan Teknis Pengendalian Mutu Alat Kesehatan

Optimalisasi dalam pemanfaatan dan pemeliharaan alat kesehatan  tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu pilar tegaknya diagnosis dan tindakan pelayanan kesehatan di Puskesmas. Oleh karena itu diperlukan suatu sistem pengendalian pemanfaatan dan pemeliharaan alat kesehatan di Puskesmas yang berbasis mutu. Salah satu elemen pokok dalam sistem tersebut adalah peningkatan kemampuan dan kompetensi operator/ instrumentator/ pengguna alat kesehatan di Puskesmas. Menjawab kebutuhan tersebut, maka BPFK (Balai Pengaman Fasilitas Kesehatan) Surabaya menyelenggarakan pertemuan teknis pengendalian mutu alat kesehatan di Puskesmas Se-Kota Kupang, yang kegiatannya dilaksanakan di Hotel Aston Kuta Bali, pada tanggal 28 – 30 Agustus 2013. Baca Selengkapnya ….Kegiatan melibatkan  seluruh Kepala Puskesmas Se-Kota Kupang beserta pengelola Alkes  Puskesmas dan personil PAM Centre/ Bengkel Alkes Kota Kupang.  Provinsi NTT (Nusa Tenggara Timur) merupakan salah satu daerah binaan BPFK Surabaya, diantara 7 Provinsi yang menjadi daerah binaan BPFK Surabaya.

Peralatan Kesehatan yang berfungsi baik merupakan salah satu faktor penunjang  yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sarana pelayanan kesehatan termasuk Puskesmas. Agar keadaan tersebut dapat tercapai, maka dibutuhkan pengelolaan peralatan kesehatan yang baik dan terpadu, dimulai dari tahap perencanaan, pengadaan, pendayagunaan dan pemeliharaan. Alat kesehatan merupakan investasi Puskesmas yang sangat mahal, sehingga perlu dikelola dengan baik dan dipertahankan tingkat kehandalannya dalam pelayanan. Pengelolaan peralatan kesehatan yang baik memerlukan kebijakan pemerintah yang diawali dari perencanaan, pengadaan sampai proses penghapusan. Semua pihak yang terkait, sudah seharusnya memahami dan melaksanakan kebijakan sesuai dengan bidang tugas masing-masing.  Dengan adanya kebijakan dalam pengelolaan peralatan kesehatan, maka diharapkan :

  • Pelayanan kesehatan akan lebih meningkat
  • Peralatan kesehatan yang ada dapat mencapai usia teknis yang diharapkan
  • Peralatan dapat terjamin kehandalannya dalam penegakan diagnosis dan tindakan  pelayanan kesehatan di puskesmas

Pertemuan teknis pengendalian mutu alat kesehatan di puskesmas yang juga dihadiri oleh kepala Puskesmas Pasir Panjang dan pengelola Alkes Puskesmas Pasir Panjang.  Adapun tujuan dari pertemuan tersebut adalah :

  1. Manajemen puskesmas, pejabat terkait, penanggung jawab/pengelola unit akan mampu melakukan pengelolaan peralatan yang baik dalam hal : Perencanaan pengadaan dan penerimaan peralatan, Pengelolaan peralatan, Pengawasan dan pembinaan, dan Penyediaan anggaran
  2. Teknisi (tenaga PAM center) puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Kupang mampu untuk melaksanakan : Pengelolaan peralatan dari aspek teknis, Perencanaan pemeliharaan alat kesehatan, Pelayanan teknis alat kesehatan, Perencanaan dan pengembangan peralatan kesehatan
  3. Operator atau pengguna alat mampu untuk melaksanakan: Perencanaan pengadaan peralatan kesehatan, Pengelolaan peralatan kesehatan dari aspek operasional, Pelayanan dengan penggunaan alat kesehatan secara optimal, Pemeliharaan harian alat kesehatan

Dalam pertemuan dibahas mengenai manajemen resiko fasilitas kesehatan, regulasi dan standarisasi pengujian dan kalibrasi alat kesehatan, sistem instrumentasi alat kesehatan Puskesmas , serta pengendalian mutu pemanfaatan alat kesehatan Puskesmas oleh tim BPFK Surabaya.

Puskesmas sebagai pemberi pelayanan kesehatan dasar (tingkat pertama) maka diharapkan dapat menyediakan fasilitas kesehatan yang aman, fungsional dan suportif bagi pasien, keluarga pasien, staf serta pengunjung puskesmas lainnya. Dengan menerapkan manajemen fasilitas dan resiko yankes yang baik, maka diharapkan dapat mengurangi dan mengendalikan bahaya dan resiko yang ditimbulkan akibat pelayanan dan alat pendukung pelayanan, serta mencegah terjadinya kecelakan dan cidera. Insiden dan kecelakaan yang mungkin terjadi di Puskesmas atau sarana pelayanan kesehatan adalah sebagai berikut :

  • KNC   = kejadian Nyaris Cidera
  • KDC   = Kejadian Potensial Cidera
  • KTC    = Kejadian Tidak Cidera
  • KTD    = Kejadian Tidak Diharapkan
  • Sentinel = kejadian tidak diharapkan yang menyebabkan kematian atau cidera serius

Peralatan yang akan diadakan harus memenuhi standar atau ketentuan sebagai berikut :

  1. Memenuhi standar keselamatan
  2. Telah memenuhi uji PRODUK dan uji TEKNIS yang dibuktikan dengan sertifikat
  3. Terdaftar pada Direktorat Jendral Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan
  4. Teknologi pada alkes sesuai dengan kebutuhan pelayanan

Melihat betapa pentingnya dukungan alat kesehatan yang baik dan terkalibrasi dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas, maka sudah sepatutnyalah Puskesmas mulai berbenah diri dengan melakukan tahap perencanaan, pemantauan pengadaan, penggunaan, pemeliharaan hingga tahap penghapusan yang baik dalam pengelolaan dan pengendalian mutu alkes puskesmas , agar mutu pelayanan puskesmas menjadi lebih baik. SEMOGA !!!! (drg.dian)

Iklan

One response to “Pertemuan Teknis Pengendalian Mutu Alat Kesehatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s